Kamis, 22 Agustus 2013

PEDANG DAMASKUS - PEDANG TERBAIK & TERTAJAM DI DUNIA

Mungkin selama ini kita mengenal bahwa
katana dari Jepang adalah pedang yang
paling tajam di dunia. Namun kenyataannya
pedang yang paling tajam adalah Pedang
Damaskus (Damascus Sword).

Pedang Damaskus ini sangat kuat tapi tetap
fleksibel sehingga ujung pedangnya dapat
ditekuk sampai gagang pedang. Pedang ini
juga sangat tajam sehingga dapat
MEMOTONG PEDANG EROPA DENGAN MUDAH,
memotong batu tanpa mengalami
kerusakan sama sekali, bahkan dikatakan
dapat memotong sehelai sutra yang sedang
dijatuhkan ke tanah.

Pada perang salib, pasukan Eropa
dikejutkan oleh pedang yg dimiliki oleh
pasukan kaum Muslimin karena dapat
dengan mudah menembus baju zirah
pasukan crusader, bahkan mampu
membelah tameng.

Ciri Khas Pedang Damaskus adalah Pattern
atau Pola Tanda Air di permukaannya, mirip
dengan Keris Indonesia (namun Tanda Air
pada Baja Damascus bukan karena teknik
lipatan logam).

Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok
ilmuwan dari University of Dresden,
mengungkap sebuah rahasia yang luar
biasa yaitu keberadaan carbon nanotubes.

Ternyata tanpa disadari, pembuat pedang
ini menggunakan teknologi nano ketika
menempa pedang. Sayangnya, teknik
pembuatan pedang ini menghilang di abad
ke-18.

Nanoteknologi mencakup pengembangan
teknologi dalam skala nanometer, biasanya
0,1 sampai 100 nm (satu nanometer sama
dengan seperseribu mikrometer atau
sepersejuta milimeter). Istilah ini kadangkala
diterapkan ke teknologi sangat kecil. Ruang
lingkupnya juga sangat luas, bisa merambah
ke berbagai bidang seperti kedokteran,
robotik, fisika,dll. Sedangkan carbon
nanotubes merupakan ikatan carbon yang
berbentuk silinder dengan diameter 4
nanometer (1 nano=1/1.000.000.000).

Material yang digunakan bernama wootz
steel, kaya akan kandungan carbon
nanotubes. Material ini katanya diimpor dari
India, dan pembuatan pedang damascus
terhenti karena habisnya material ini.

Tapi apa itu nanotubes? Dilihat dari asal
katanya nano yang adalah ukuran, yaitu 1
nanometer sama dengan 1 per satu milyar
meter. Anda bisa membayangkan betapa
sungguh sangat kecil itu. Tube adalah suatu
bentuk seperti pipa, lihat gambar di atas
(dalam dunia engineering istilah tube tidak
sama dengan pipa). Carbon nanotubes
adalah struktur lain dari atom karbon yang
sama dengan atom karbon pada grafit yang
sering kita temui sebagai bahan ujung
pensil. Dan sama juga dengan atom karbon
pada diamond. Dengan kata lain
perbedaaannya hanya ada pada struktur
kristalnya.

Lalu apa hubungangannya dengan
ketangguhan dan ketajaman pedang?
Carbon nanotube mempunyai karakter yang
luar biasa, kekuatannya 20-30 kali kekuatan
baja paling kuat, demikian juga dengan
kekerasannya. Jadi jika misalnya seutas
kawat dengan diameter sekian milimeter
mampu menahan sepenuhnya tubuh satu
orang unuk menggantungkan diri dari
sebuah helikopter, maka hanya dibutuhnya
kawat nanotubes dengan luas penampang
1/20 dari luas penampang baja tadi. Put
another way, dengan luas penampang yang
sama, kawat carbon nanotube dapat
menahan kurang lebih 20 kali beban yang
mampu ditahan kawat baja tadi.

Baja pada umumnya mempunyai fasa
dominan yang disebut ferit yang sifatnya
lunak. Namun pada baja pedang damaskus,
terdapat struktur (fasa) carbon nanotubes
yang sangat kuat. Stuktur carbon nanotube
tadi terdistribusi tertentu di dalam ferit,
sedemikian hingga menghasilkan kombinasi
sifat akhir yang sangat luar biasa. Itulah
pedang yang ditakuti para ksatria Eropa
beratus-ratus tahun.

Dan sampai saat ini belum ada scientists
yang bisa menemukan bagaimana cara
membuat carbon nanotubes dalam struktur
mikro baja. Termasuk bagaimana membuat
pedang damaskus dengan struktur yang
sama seperti aslinya. Pelajaran penting dan
mencengangkan lainnya adalah, dengan
pengalaman ternyata suatu masyarakat bisa
menciptakan sesuatu karya yang elegan,
bahkan bisa dibilang melebihi sejarah
pengetahuan itu sendiri. Luar biasa!

Baja Damaskus adalah material legendaris
dari baja yang mempunyai sifat superplastis
(kemampuan untuk mengalami deformasi
tetap tanpa retak hingga 1000%). wooow...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar