Minggu, 11 Agustus 2013

NASA Menggunakan Teknologi Buatan Indonesia

Tak disangka. Badan Antariksa Amerika
Serikat (NASA) pun memakai teknologi
buatan Indonesia, Yaitu teknologi pemindai
atau Electrical Capacitance Volume
Tomography (ECVT) temuan anak bangsa.
ECVT adalah satu-satunya teknologi yang
mampu melakukan pemindaian dari dalam
dinding ke luar dinding seperti pada
pesawat ulang-alik. NASA mengembangkan
sistem pemindai komponen dielektrik
seperti embun yang menempel di dinding
luar pesawat ulang-alik yang terbuat dari
bahan keramik. Zat seperti itu bisa
mengakibatkan kerusakan parah pada saat
peluncuran karena perubahan suhu dan
tekanan tinggi.

Adalah Warsito P. Taruno yang
mengembangkan ECVT, bermula dari tugas
akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1
di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia,
Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991.
Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini
ingin membuat teknologi yang mampu
"melihat" tembus dinding reaktor yang
terbuat dari baja atau obyek yang opaque
(tak tembus cahaya). Dia lantas melakukan
riset di Laboratorium of Molecular Transport
di bawah bimbingan Profesor Shigeo
Uchida.

Tidak itu saja, Warsito melalui Ctech Labs
(Center for Tomography Research
Laboratory) Edwar Technology yang
didirikannya telah memproduksi Robot
bernama Sona CT x001, sebuah Robot yang
dibekali dua lengan untuk memindai tabung
gas. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa
Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus
Transjakarta. Perusahaan migas Petronas
juga tertarik pada alat buatannya. Kini
mereka masih dalam tahap negosiasi harga
dengan perusahaan raksasa milik
pemerintah Malaysia tersebut. Edwar
Technology juga mendapat pesanan dari
Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai
pesanan lumayan besar, denagn nilai US$ 1
juta atau sekitar Rp 10 miliar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar