Kamis, 22 Agustus 2013

Inilah Alasan Kenapa Susunan Keyboard tidak Berurutan

Keyboard diciptakan Tahun 1860-an oleh
Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka
membuatnya berurutan sesuai Abjad.

Namun, lambat laun seiring dengan
meningkatnya kemampuan (Kebiasaan)
seorang User (Pengguna), kecepatan
mengetik menjadi lebih Cepat padahal
mekanisme mesin saat itu masih sangat
sederhana. Akibatnya, Baris tombol tertentu
menjadi sering Macet sehingga
menghambat Pekerjaan.

Berdasarkan pengalaman mereka, akhirnya
disusunlah Keyboard yang sengaja dipersulit
dan dibuat tidak Efisien agar keyboard tidak
mudah Jammed yaitu QWERTYUIOP. Desain
mesin ketik itu kemudian dijual ke
Remington untuk diproduksi secara Massal
pada Tahun 1873. Seiring berjalannya
waktu, Teknologi berkembang pesat dan
masalah tombol keyboard yang sering
macet sudah teratasi dengan Desain
Mekanik yang lebih baik.

Sejumlah desain keyboard Alternatif juga
muncul di pasaran. Salah satu yang cukup
Populer adalah DVORAK Simplified Keyboard
(DSK) yang dibuat oleh August Dvorak tahun
1936. Desain itu diklaim merupakan desain
yang lebih Efisien, Cepat dan Egronomis.

Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya
DVORAK harus tunduk karena dominasi
QWERTYUIOP yang sudah terjadi pada
organisasi-organisasi dunia saat itu dan
mereka tidak mau menanggung resiko Rush
apabila mengganti ke susunan keyboard
DVORAK.

Satu-satunya pengakuan adalah datang dari
ANSI (American National Standard Institute)
yang menyetujui susunan keyboard DVORAK
sebagai versi alternatif di sekitar Tahun
1970. Susunan keyboard lainnya yang masih
perkembangan dari susunan QWERTYUIOP
adalah QWERTZ yang dipakai di negara
seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. Dan
AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia.

Desain baru ini sebenarnya punya banyak
kelemahan seperti membuat tangan kiri
anda Overload terutama ketika menulis
dalam bahasa Inggris (hal serupa juga
dirasakan ketika menulis dalam bahasa
Indonesia). QWERTYUIOP juga membuat
kelingking anda Overload. Penelitian
menunjukkan bahwa distribusi huruf tidak
merata sehingga jari anda harus
menyeberang dari baris ke baris. Bila
dihitung jari tukang ketik tipikal akan
berjalan lebih dari 20 Mil per hari
dibandingkan dengan DVORAK yang hanya 1
mil.

Namun walaupun seperti itu orang terlanjur
ogah berpaling dari desain QWERTYUIOP
kendati desain tersebut bukan merupakan
desain yang terbaik. Sekalipun teknologi
sudah bisa mengatasi Problem tombol yang
nge-jam, orang tetap bertahan dengan
desain ini. Bukannya beralih ke desain lain
yang lebih Superior. Bahkan QWERTYUIOP
malah dinobatkan menjadi standar
Internasional di Tahun 1966.

Itulah alasan kenapa susunan keyboard di komputer, laptop maupun hp itu tidak berurutan dari a,b,c,d dan seterusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar