Kamis, 22 Agustus 2013

10 Pemain Sepakbola Indonesia yang Pernah Membela Klub Luar Negeri

Inilah beberapa pemain INDONESIA yang
pernah mencoba LIGA LUAR NEGERI dan
bermain disana :

1. Ricky Yakobi
Namanya melejit saat membela Arseto Solo
di era 1980-an. Setelah tampil gemilang
bersama timnas Indonesia di Asian Games
1986, klub Liga Jepang, Matsushita,
merekrutnya di kompetisi 1988. Sayang,
kendala cuaca dingin membuat Ricky hanya
bermain di empat pertandingan dengan
torehan satu gol.

2. Rocky Putiray
Putiray mengawali karirnya bersama Arseto
Solo. Klub luar negeri pertama pemain asal
Maluku ini adalah Instant Dict Hongkong
pada 2001. Dari 15 pertandingan yang
dilakoni di klub itu, dia mencetak 20 gol.
Pada musim 2002-2004 dia bermain untuk
Kitchee FC. Putiray tampil menggila bersama
klub ini. Yakni, torehan 41 gol dari 20 laga.
Pada 2004-2005 Putiray direkrut South
China AA dengan 15 gol dari 25 penampilan.
Penampilan spektakuler Putiray adalah kala
mencetak 2 gol ke gawang AC Milan, 31 Mei
2004, ketika membela tim bintang Liga
Hongkong. Dua gol itu sekaligus membawa
kemenangan timnya atas AC Milan 2-1.

3. Kurniawan Dwi Julianto
Jebolan Diklat Salatiga dan tim Primavera
Indonesia ini pada musim 1994-1995
membela klub Liga Swiss, FC Luzern. Sayang,
penampilannya cukup mengecewakan. Dia
hanya bermain dalam 10 laga, dan cuma
mencetak satu gol.
Meski begitu, klub Sampdoria Italia tertarik
merekrutnya untuk bermain di seri-B pada
musim 1996-1997. Namun, pemain
kelahiran 13 Juli 1976 juga gagal
menampilkan kemampuan terbaiknya. Pada
2006, Serawak FC Malaysia mengontraknya.
Namun lantaran tak kunjung menciptakan
gol, kontrak diputus di tengah jalan.

4. Kurnia Sandy
Usai berlatih di Italia bersama tim Primavera,
kiper kelahiran 24 Agustus 1975 ini
menandatangani kontrak bersama
Sampdoria Italia di musim kompetisi
1996-1997 sebagai penjaga gawang ketiga.

5. Bambang Pamungkas
Bintang Persija Jakarta ini adalah generasi
emas striker Indonesia pasca era Kurniawan
Dwi Julianto. Bepe tergabung dalam Bareti,
proyek lanjutan Primavera.
Seperti halnya Kurniawan, Bepe menjadi
pemain paling menonjol kala berguru di
Italia hingga klub Divisi 3 Liga Belanda, EHC
Norad mengontraknya. Sayangnya, masalah
adaptasi cuaca membuat Bepe diputus
kontrak setelah hanya beberapa bulan
bermain.
Pada tahun 2005 Bepe menandatangani
kontrak dengan Selangor FC. Dia langsung
menjadi idola fans klub itu dengan
mencatatkan diri sebagai pencetak gol
terbanyak Liga Malaysia (22 gol). Dari total
42 penampilan bersama Selangor FC,
Bepe.mencetak 39 gol.

6. Elie Aiboy
Sama dengan Bepe, Ely Aiboy pernah
berseragam Selangor FC Malaysia. Dia tampil
cemerlang di klub negeri jiran itu. Di musim
pertamanya 2005-2006, Elie mengantar
Selangor FC meraih treble dengan menjuarai
Liga Perdana Malaysia, Piala Malaysia, dan
Piala FA Malaysia.

7. Jajang Mulyana
Pernah bermain untuk Boavista FC pada
tahun 2008-2009 dengan status pinjaman.
Namun, dia hanya bermain 8 kali dan
mencetak 1 gol.

8. Bima Sakti
Seangkatan dengan Kurniawan Dwi Julianto.
Mantan kapten timnas Indonesia yang
dikenal dengan tendangan bebasnya ini
pada musim 1995-1996 membela klub
Helsingborg Swedia.

9. Syamsir Alam
Saat ini bermain di Atletico Penarol Uruguay.
Sebelumnya sempat mengikuti seleksi
masuk tim junior klub Liga Belanda, Vitesse
Arnhem dan Heerenveen tapi gagal lolos.

10. Arthur Irawan.
November 2011 resmi dikontrak Espanyol.
Sekaligus mencatat sejarah sebagai pemain
bola asal Indonesia pertama yang membela
klub Liga Primera Spanyol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar