Jumat, 26 Juli 2013

Kesenian Tradisional Bersaing Dengan ‘Opera Van Java’

Kesenian Tradisional Bersaing Dengan ‘Opera Van Java’

Suasana antusiasme masyarakat di tribun penonton Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan untuk menyaksikan 'Malam Batanam Karya Baharum Banua 2013', Jum'at (5/7) malam.(foto:Agz)
Suasana antusiasme masyarakat di tribun penonton Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan untuk menyaksikan ‘Malam Batanam Karya Baharum Banua 2013′, Jum’at (5/7) malam.

BANJARMASIN,PASTI@- Pergelaran lagu daerah, tari dan teater tradisi ‘Malam Batanam Karya Baharum Banua 2013′ kembali digelar. Agenda tahunan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kalimantan Selatan yang memasuki tahun ke-
5 ini menampilkan pementasan dari Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru (YPSKB) dengan mengangkat judul ‘Senja Kaki Gunung, Batas Laut’, bertempat di Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Jum’at (5/7) malam.

Pementasan yang dibawakan oleh YPSKB kali ini mencoba mengkolaborasikan seni tradisional dengan sentuhan modern. Salah satu contohnya adalah menggunakan proyektor yang menampilkan film singkat sebagai penyambung alur cerita pementasan yang dibawakan dengan tarian dan lantunan musik tradisi dari seniman-seniman YPSKB.

Menurut Drs Sirajudin MEd selaku Kepala Taman Budaya Kalimantan Selatan pementasan kali ini dikemas secara menarik agar mampu bersaing dengan acara-acara di televisi, seperti halnya acara komedi ‘Opera Van Java’ yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta nasional.

” Meskipun mengangkat seni tradisional tetapi kita berharap mendapat kemasan-kemasan yang memenuhi unsur kreatif dan apresiatif. Hal ini dilakukan agar cukup menarik untuk ditonton, karena kita bersaing dengan program televisi seperti OVJ dan lainnya,” ujar Sirajudin.

Para penari dari Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru (YPSKB) dalam pementasan dengan judul 'Senja Kaki Gunung Batas Laut' di gelaran tahunan 'Malam Batanam Karya Baharum Banua 2013' di Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan, Jum'at (5/7).(foto:Agz)
Para penari dari Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru (YPSKB) dalam pementasan dengan judul ‘Senja Kaki Gunung Batas Laut’ di gelaran tahunan ‘Malam Batanam Karya Baharum Banua 2013′ di Balairung Sari Taman Budaya
Kalimantan Selatan, Jum’at (5/7).

Sirajudin juga mengungkapkan harapan agar masyarakat yang ingin menonton pementasan seni tradisi tidak berdasarkan rasa kasihan. ” Kami tidak ingin orang nonton seni tradisi karena kasihan datang ke sini (taman budaya). Tapi seni tradisi kita tampilkan dengan kemasan yang menarik. Kami tidak ingin seni tradisi ditonton karena kasihan,” tegasnya.

Selain pementasan dari YPSKB, Disporbudpar Kalsel kembali menyerahkan bantuan dana sebagai bentuk apresiasi kepada seniman-seniman lokal yang berjasa melestarikan dan mempertahankan seni tradisional Banjar. Total ada 10 seniman lokal yang berhak menerima dana bantuan sebesar Rp 5 Juta dari UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan.

YPSKB membawa sekitar 60 orang yang diantaranya 24 orang sebagai pemain, 13 orang pemain musik dan sisanya sebagai crew pementasan. Pementasan ‘Senja Kaki Gunung, Batas Laut’ disutradarai oleh Firdansyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar